Tips dan Cara Merawat Mobil Matic

Tips dan Cara Merawat Mobil Matic. Memiliki mobil memang sangat membanggakan karena kita tidak kehujanan atau kepanasan, tetapi merawat Anda juga penting bagi Anda karena jika Anda melakukannya dengan sembarangan akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Perawatan kendaraan otomatis sebenarnya sama dengan perawatan kendaraan manual kecuali perawatan pada sistem transmisi/gigi kendaraan. Untuk memahami beberapa sistem transmisi otomatis, Anda dapat membaca tentang transmisi otomatis. Secara umum, mobil matic lebih nyaman digunakan dan lebih mudah perawatannya.

(asalkan oli tidak molor), tapi mobil matic akan sangat merepotkan jika transmisi matic rusak karena akan memakan biaya yang sangat besar untuk perbaikannya (bisa sampai 3-4 kali lipat lebih mahal dari sistem transmisi manual. ), sehingga perawatan sistem transmisi menjadi kewajiban bagi pemilik mobil matic.

Belakangan ini masyarakat semakin condong menggunakan kendaraan dengan transmisi otomatis. Tidak mengherankan jika berbagai jenis kendaraan dari berbagai jenis juga menggunakan transmisi otomatis. Sebenarnya ada banyak alasan yang mempengaruhinya, apalagi jika melihat keadaan ibu kota Jakarta yang masih penuh dengan kemacetan. Pemilihan jenis kendaraan ini menjadi sangat penting dan mutlak bijaksana.

Tips dan Cara Merawat Mobil Matic

Transmisi otomatis dikendalikan hanya dengan menggerakkan tuas akselerator ke posisi tertentu. Posisi tuas transmisi otomatis diatur menurut format P-R-N-D-3-2-L, atau ada yang dari kiri ke kanan, atau dari atas ke bawah. Mesin hanya dapat dihidupkan pada posisi P atau N.

Mengendarai mobil dengan transmisi otomatis itu mudah. Pengemudi tidak perlu menginjak pedal kopling, yang cepat membuat kaki kiri lelah. Apalagi di kemacetan dan perjalanan jauh, bisa dibayangkan betapa sakitnya yang Anda rasakan saat berkendara dengan rasa sakit di bagian kaki. Nah, agar mengendarai mobil matic terasa nyaman dan menyenangkan, meski terlihat sangat mudah, pengemudi tetap perlu mengetahui petunjuk mengemudi yang benar.

Pertama, tentukan fungsi dari setiap huruf dan angka yang terdapat pada tuas persneling. Misalnya, angka 1 digunakan saat melewati tanjakan yang curam dan tanjakan yang curam seperti engine brake. No 2, direkomendasikan untuk digunakan saat menghadapi jalan yang menanjak, curam tetapi tidak terlalu curam. Posisi D bisa digunakan untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota. Akhirnya gunakan R untuk kembali.

Cepat tidaknya transmisi matic tergantung dari penggunaannya. Mungkin, mulai dari cara mengemudi yang keras, atau dari kendaraan yang membawa beban tambahan. Jika mobil dirawat dan dirawat dengan baik, transmisi tidak mungkin mengalami kegagalan dini.

Berikut beberapa Tips dan Cara Merawat Mobil Matic yang bisa diterapkan oleh pemilik mobil bertransmisi otomatis

Mobil matic, mudah dikendarai. Sesuaikan pelumas yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan oleh pabrikan mobil. Kemasan pelumas transmisi biasanya ditandai dengan tulisan ATF (Automatic Transmission Fluid).

Periksa secara berkala tabung penyimpan oli transmisi matic, jangan sampai ada kekurangan atau kelebihan dengan melihat tanda minimal dan maksimalnya. Ketika terjadi kekurangan oli, transmisi tidak terlumasi dengan baik, sehingga menimbulkan gesekan yang dapat menyebabkan kerusakan. Jika sudah meluap, maka biasanya efek mobil yang muncul Anda akan terasa berat pada akselerasi.

Perhatikan baik-baik jadwal penggantian oli, harus sesuai dengan buku petunjuk. Biasanya oli diganti setiap 40.000 km, namun ada juga yang mengganti oli dalam jangka waktu 20.000 km hingga 30.000 km.

Pindahkan tuas transmisi ke posisi N saat kendaraan berhenti di lampu lalu lintas untuk mencegah keausan. Jangan gunakan D saat pedal rem ditekan. Hal ini akan mempercepat keausan komponen yang berhubungan dengan sistem atau kerja transmisi otomatis. Saat kendaraan berhenti, injak pedal rem dan gunakan rem parkir. Kemudian pindahkan tuas transmisi ke P agar roda terkunci rapat, lalu matikan mesin.

Jika terjadi kerusakan, harus diakui bahwa perawatan transmisi otomatis lebih sulit daripada perawatan manual dan tidak semua bengkel bisa menanganinya. Oleh karena itu, untuk lebih jelasnya sebaiknya cek langsung ke bengkel transmisi swasta yang menangani transmisi matic atau bengkel bersertifikat ATPM.

Terakhir, gunakan pelumas transmisi otomatis berkualitas tinggi yang ditawarkan oleh Pennzoil, ATF II E. Pelumas ini dirancang khusus untuk memenuhi spesifikasi transmisi otomatis modern. ATF II E memberikan perlindungan oksidasi yang lebih baik pada suhu tinggi, gesekan pada perpindahan gigi dan lebih stabil. Perlindungan yang sangat baik dari suhu rendah

Berikut cara merawat mobil matic:

1. KEEP CONDITION ATF (Automatic Transmission Fluid), ini adalah oli pada gearbox transmisi karena fungsi ATF tidak hanya sebagai pelumas transmisi tetapi juga memberikan tenaga mekanik untuk perpindahan gigi. Jika oli ini terlalu kental atau terlalu cair, akan menyebabkan tekanan yang berbeda diterapkan pada transmisi roda gigi di gearbox (pengemudi akan merasa aneh pada sistem transmisi). Penggantian ATF ini berbeda untuk setiap jenis mobil dan setiap jenis pabrikan mobil, namun setidaknya ATF ini dapat bertahan hingga 20 ribu km asalkan kondisi sistem transmisi sangat baik (tidak ada kebocoran oli, volume oli rendah atau polutan seperti sebagai masuknya debu).

2. Memeriksa secara rutin kondisi fisik transmisi terutama pada saat melakukan servis rutin, apakah ada kebocoran pada sistem transmisi, apakah ada tetesan oli, apakah volume ATF sudah berkurang dan apakah kekentalan oli juga menurun . Jika hal-hal di atas terjadi, akan lebih baik jika ATF diganti dalam waktu yang lebih singkat.

3. Deteksi dini penyimpangan, biasanya mobil bertransmisi otomatis jika merasa tidak nyaman saat berada di jalan (mobil dalam keadaan hidup). Beberapa indikasi bahwa sistem transmisi tidak bekerja antara lain: mobil selip (mesin sudah di rpm tinggi tapi kecepatannya tidak meningkat secara signifikan), persneling terasa lebih kasar (ada getaran saat perpindahan gigi di girboks).

Selain itu jika mobil matic mogok di jalan hati-hati (jangan di tarik saja) karena ATF pada sistem transmisi otomatis hanya bekerja pada mesin yang sedang hidup, jika mesin mobil mati maka sistem transmisi tidak akan mendapatkan pasokan pelumas.